Profil

TIM Kuratorial 2020

Armin Septiexan

Seorang visual storyteller yang berdomisili di Kota Kupang. Mulai bergabung dengan komunitas SkolMus (Sekolah Multimedia untuk Semua) sejak tahun 2011 dan aktif dalam kegiatan-kegiatan pendidikan fotografi dan videografi. Ia kerap terlibat dalam pengerjaan beberapa projek bersama beberapa organisasi berfokus pada isu-isu kemanusiaan, salah satunya bersama AJAR (Asia Justice and Rights). Memiliki ketertarikan tentang poskolonial dan sejarah maupun pengarsipan visual. Saat ini sedang mengerjakan projek film dokumenter panjang pertamanya terkait isu-isu 65 di Timor.

Frengki LOLLO

Seorang fotografer yang berdomisili di Kota Kupang. Pernah mengikuti pelatihan fotografi dokumenter pada tahun 2017. Mulai bergabung dengan komunitas SkolMus pada tahun 2018 dan sejak itu ia banyak terlibat dalam program pendidikan non formal di bidang fotografi. Ia memiliki ketertarikan dengan isu-isu kebudayaan dan kehidupan urban. Saat ini sedang mengerjakan projek dokumenter tentang posisi perempuan dalam kebudayaan di pulau Timor

Matheos Viktor Messakh

Lahir di Pulau Rote dan dibesarkan di Kota Kupang. Menamatkan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi di Kupang. Pascasarjana Jurnalistik diselesaikan di Nottingham Trent University di Inggris (2003) dan studi sejarah modern (Drs) diselesaikan di Universitas Leiden, Negeri Belanda pada tahun (2014). Sempat bekerja di beberapa LSM di Kupang sampai dengan tahun 2002 hingga kemudian bergabung dengan koran nasional berbahasa Inggris, The Jakarta Post, selama enam tahun (2006-2012) di Jakarta. Saat ini menetap dan bekerja di kota Kupang.

TIM Pengarsipan 2020

Bernadet Sabtyani

Tamatan S1 Teknik Elektro ini suka menulis puisi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, namun baru sejak tahun 2016 ia mulai menulis artikel dan puisi serta mempublikasikannya di blog pribadinya. Saat ini, perempuan kelahiran Kupang, 16 Juli ini bekerja bekerja paruh waktu di salah satu Radio swasta di Kota Kupang. Bernadet mulai tertarik lebih dalam tentang pengarsipan dan sejarah ketika dalam terlibat menjadi Tim Arsip merekam Kota. Dari situ ia mulai bertemu para tokoh sejarah, pemerintah, dan sejarawan yang membuatnya belajar bahwa sejarah bukanlah sesuatu yang harus dilupakan tapi sebuah pelajaran berharga yang diperlukan di masa depan.

Ifana Tungga

Lahir di Kupang pada tanggal 1 Juli 1997, Ifana adalah mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bermula dari tugas kuliah untuk meneliti sejarah salah satu gereja di Kota Kupang dan sejarah keberadaan orang-orang etnis Thionghoa di Kupang, justru membawa ketertarikannya untuk mendaftar dan menjadi bagian dari Tim Pengarsipan Merekam Kota. Selama terlibat sebagai anggota Tim Pengarsipan, ia banyak menggali informasi berkaitan dengan arsip lembaga keagamaan maupun pengumpulan arsip-arsip lembaga pemerintahan dan keluarga.

James Mage

Pria yang memiliki nama lengkap David James Imanuel Mage lahir dan besar di Kota Kupang. Sempat menghabiskan masa SMP dan SMA di Jakarta dan melanjutkan kuliahnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cendana Kupang. Semasa kuliah, ia aktif berorganisasi dan sempat menjabat sebagai salah satu ketua bidang di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM UNDANA. Ketertarikannya pada pengarsipan sejarah Kota Kupang bermula ketika ia menemukan sebuah foto ayahnya tentang citra jalan Siliwangi Kupang pada tahun 1994. Kepeduliannya untuk menjaga identitas, entitas, dan memori tentang kota sebagai generasi penerus, membawanya untuk menjadi bagian dalam Tim Pengarsipan Merekam Kota.

EnglishIndonesian
error: Content is protected !!